Perkembangan Kanak-kanak 24- 36 bulan
A. Kemampuan perkembangan yang harus dicapai anak semasa sebelum
berumur 24 bulan.
~ Gerak Kasar : Berjalan mundur sedikitnya 5
langkah
~ Gerak halus : Mencoret-coret dengan alat tulis
~ Bicara, bahas dan kecerdasan : Menyebutkan nama dan menunjuk satu bahagian
tubuh dengan benar.
~ Bergaul dan mandiri : Meniru melakukan pekerjaan rumah tangga
B. Stimulasi yang dberikan
~ Melatih anak berjalan jinjit. Ajarilah anak berjalan jinjit
(jengket), buatlah agar ia menirunya.
~ Membantu anak belajar melompat. Tunjukkanlah cara melompat dengan kedua kaki
diangkat bersamaan. pegangi tangannya ketika ia cuba melompat untuk pertama
kalinya
~ Melatih anak berdiri dengan satu kaki. Tunjukkan cara berdiri dengan satu
kaki secara bergantian. buatlah agar ia mahu menirukannya. mula-mula peganglah
tangannya, kemudian lepaskan. latihlah agar ia boleh melakukannya tanpa
kehilangan keseimbangan.
~ Mengajar anak menggambar bentuk sederhana. Ajari anak menggabar garis lurus,
bulatan, segitiga, dan sebagainya.
Mengajak anak bermain membuat bentuk sederhana dari lilin/ tanah liat/ adunan
kuih. Ajari anak membuat bulatan, segitiga dan lain-lain
~ Mengajar anak memasukkan benda ke lubang yang sesuai. Sediakan bekas yang
dibuat lubang-lubang berbentuk segi tiga, segi empat segi lima, bulatan dan
sebagainya. Tunjukkan kepada anak cara memasukkan benda berbentuk segi tiga,
segi empat, segi lima, bulatan dan sebagainya ke dalam lubang yang sesuai besar
dan bentuknya
Bermain dengan anak menyusun potongan gambar. Sediakan karton yang sudah
ditempel gambari dari majalah bekas. gunting karton menjadi 3 – 4 potongan.
Ajari anak untuk menyusun potongan gambar tersebut menjadi gambar yang utuh
seperti semula
~ Melatih anak mengikuti perintah sederhana. Berilah anak suatu perintah
sederhana. Buatlah agar ia mahu melakukannya. bila perlu tunjukkan cara
mengerjakan perintah tersebut.
~ Melatih anak Menceritakan apa yang dikerjakannya/dilihatnya. Ajaklah anak
menceritakan apa yang dialaminya dan dilihatnya. perbaikilah bila ia membuat
kesalahan dalam bercerita.
~ Melatih anak mengenakan pakaiannya sendiri. Biasakan anak mengenakan
pakaiannya sendiri. Mula-mula bantulah ia bila mengalami kesulitan, kemudian
kurangilah bantuan.
~ Melatih anak mengikuti peraturan permainan. Usahakanlah agar anak bermain
dengan anak lainnya. Perhatikan apakah ia mengikuti aturan permainan dan
mengikuti giliran bermain
~ Melatih anak agar mau ditnggalkan ibunya untuk sementara. Ajaklah anak
bermain ke rumah tetangga, kemudian tinggalkannya untuk sementara. buatlah agar
ia terbiasa berpisah untuk sementara tanpa menangis atau menjadi gelisah.
Tambahan :
A. Perkembangan Kognitif Anak Usia 1 – 2 Tahun (12 – 24 bulan)
Sewaktu lahir, berat otak anak sekitar 27% berat otak orang
dewasa. Pada usia 2 tahun, berat otak anak sudah mencapai 90% dari berat otak
orang dewasa (sekitar 1200 gram). Hal ini menunjukkan bahwa pada usia ini, masa
perkembangan otak sangat pesat. Pertumbuhan ini memberikan implikasi terhadap
kecerdasan anak.
Pada usia 1 – 2 tahun, anak memiliki rasa ingin tahu yang sangat
besar. Pada usia ini, anak mengembangkan rasa keingintahuannya melalui beberapa
hal berikut ini :
1. Belajar
melalui pengamatan/ mengamati. Mulai usia 13 bulan, anak sudah
mulai mengamati hal-hal di sekitarnya. Banyak “keajaiban” di sekitarnya
mendorong rasa ingin tahu anak. Anak kemudian melakukan hal-hal yang sering
dianggap bermain, padahal anak sedang mencari tahu apa yang akan terjadi
kemudian setelah anak melakukan suatu hal sebagai pemuas rasa ingin tahunya.
Pada usia 19 bulan, anak sudah dapat mengamati lingkungannya lebih detail dan
menyedari hal-hal yang tidak semestinya terjadi berdasarkan pengalamannya.
2. Meniru orang tua. Anak
belajar dari lingkungan sekitarnya. Sekitar usia 17 bulan, anak sudah mulai
mengembangkan kemampuan mengamati menjadi meniru. Hal yang ditirunya adalah
hal-hal yang umumnya dilakukan orangtua. Pada usia 19 bulan, anak sudah banyak
dapat meniru perilaku orangtua.
3. Belajar konsentrasi. Pada usia 14 bulan, anak sudah mengarahkan
daya pikirnya terhadap suatu benda. Hal ini dapat dilihat pada ketekunan anak
dengan satu mainan atau satu situasi. Kemampuan anak untuk berkonsentrasi
tergantung pada keadaan atau daya tarik berbagai hal yang ada di sekelilingnya.
Kemampuan anak untuk berkonsentrasi pada usia ini adalah sekitar 10 menit.
4. Mengenal anggota badan. Pada usia sekitar 15 bulan, anak sudah dapat
diajarkan untuk mengucapkan kata-kata. Anak-anak akan merasa sangat senang jika
orangtua mengajarkan kata-kata yang bernamakan anggota tubuhnya sambil
menunjukkan anggota tubuhnya.
5. Memahami bentuk, kedalaman, ruang dan waktu. Pada
tahun kedua, anak sudah memiliki kemampuan untuk memahami berbagai hal. Melalui
pengamatannya, anak menemukan adanya bentuk, tinggi atau rendah benda
(kedalaman) dan membedakan kesempatan berdasarkan tempat (ruang ) dan waktu.
Pemahaman ini mulai tampak pada usia 18 – 24 bulan.
6. Mulai mampu berimajinasi. Kemampuan berimajinasi atau membentuk citra
abstrak berkembang mulai usia 18 bulan. Anak sudah mulai menampakkan kemampuan
untuk memikirkan benda yang tidak dilihatnya.
7. Mampu berpikir antisipatif. Kemampuan ini mulai tampak pada anak usia 21 –
23 bulan. Anak tidak sekedar mengimajinasikan benda yang tidak ada di
hadapannya, lebih jauh lagi dia mulai dapat mengantisipasi dampak yang akan
terjadi pada hal yang dilakukannya.
8. Memahami kalimat yang terdiri dari beberapa
kata. Pada usia
12 – 17 bulan, anak sudah dapat memahami kalimat yang terdiri atas rangkaian
beberapa kata. Selain itu, anak juga sudah dapat mengembangkan komunikasi
dengan menggunakan gerakan tubuh, tangisan dan mimik wajah. Pada usia 13 bulan,
anak sudah mulai dapat mengucapkan kata-kata sederhana seperti “mama” atau
“papa”. Pada usia 17 bulan, umumnya anak sudah dapat mengucapkan kata ganti
diri dan merangkainya dengan beberapa kata sederhana dan mengutarakan
pesan-pesan seperti: “ Adik mau susu.”
9.
Cepat menangkap kata-kata baru. Pada usia 18 – 23 bulan, anak
mengalami perkembangan yang pesat dalam mengucapkan kata-kata. Perbendaharaan
kata anak-anak pada usia ini mencapai 50 kata. Selain itu, anak sudah mulai
sadar bahwa setiap benda memiliki nama sehingga hal ini mendorongnya untuk
melancarkan kemampuan bahasanya dan belajar kata-kata baru lebih cepat.
B. Perkembangan Kognitif Anak Usia 2 – 3 Tahun
(24 – 36 Bulan)
Kemampuan kognitif anak usia 2 – 3 tahun semakin kompleks.
Perkembangan anak usia 2 – 3 tahun ditandai dengan beberapa tahap kemampuan
yang dapat dicapai anak, yaitu sebagai berikut :
1. Berpikir simbolik. Anak usia
2 tahunan memiliki kemampuan untuk menggunakan simbol berupa kata-kata,
gambaran mental atau aksi yang mewakili sesuatu. Salah satu bentuk lain dari
berpikir simbolik adalah fantasi, sesuatu yang dapat digunakan anak ketika
bermain. Mendekati usia ketiga, kemampuan anak semakin kompleks, dimana anak
sudah mulai menggunakan obyek subtitusi dari benda sesungguhnya. Misalnya anak
menyusun bantal- bantal sehingga menyerupai mobil dan dianggapnya sebagai mobil
balap.
2. Mengelompokkan, mengurut dan menghitung. Pada
tahun ketiganya, anak sudah dapat mengelompokkan mainannya berdasarkan bentuk,
misalnya membedakan kelompok mainan mobil-mobilan dengan boneka binatang.
Selain mengelompokkan, anak juga mampu menyusun balok sesuai urutan besarnya dan
mengetahui perbedaan antara satu dengan beberapa (kemampuan menghitung).
3. Meningkatnya kemampuan mengingat. Kemampuan
mengingat anak akan meningkat pada usia 8 bulan hingga 3 tahun. Sekitar usia 2
tahun, anak dapat mengingat kembali kejadian-kejadian menyenangkan yang terjadi
beberapa bulan sebelumnya. Mereka juga dapat memahami dan mengingat dua
perintah sederhana yang disampaikan bersama-sama. Memasuki usia 2,5 hingga 3
tahun, anak mampu menyebutkan kembali kata-kata yang terdapat pada satu atau dua
lagu pengantar tidur.
4. Berkembangnya pemahaman konsep. Ketika mencapai usia 18 bulan, anak memahami
waktu untuk pertama kalinya yaitu pemahaman “sebelum” dan “sesudah”.
Selanjutnya pemahaman “hari ini”. Pada usia 2,5 tahun, anak mulai memahami
pengertian “besok”, disusul dengan “kemarin” dan pengertian hari-hari selama
seminggu di usia 3 tahun.
5. Puncak perkembangan bicara dan bahasa. Pada usia sekitar 36 bulan, perbendaharaan
kata anak dapat mencapai 1000 kata dengan 80% kata-kata tersebut dapat dipahaminya.
Pada usia ini biasanya anak mulai banyak berbicara mengenai orang-orang di
sekelilingnya, terutama ayah, ibu dan anggota keluarga lainnya.